<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7193007128089339317</id><updated>2012-02-16T17:07:55.068-08:00</updated><category term='Diet Mama'/><category term='ASI'/><category term='resep praktis'/><category term='mama di rumah'/><category term='resep sehat'/><category term='opini'/><category term='GTM'/><category term='mama kerja di rumah'/><title type='text'>Mama Di Sini</title><subtitle type='html'>Blog untuk mama yang berpikir untuk menjadi ibu rumah tangga. Mencoba membuka pikiran, menambah wawasan tentang memperoleh pendapatan di rumah sambil menjaga anak.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.mamadisini.co.cc/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7193007128089339317/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.mamadisini.co.cc/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mama Di Sini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10449686734823494827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7193007128089339317.post-6763974893835277989</id><published>2009-06-04T21:18:00.000-07:00</published><updated>2009-06-04T21:22:06.278-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Dicari: rumah sakit dengan servis berkelas internasional</title><content type='html'>RS Omni Internasional, seperti tercantum dalam &lt;a href="http://www.omni-hospitals.com"&gt;websitenya&lt;/a&gt;, bermotokan World Class Healthcare, dan menargetkan pasien yang berasal dari kalangan menengah ke atas, baik dari dalam Indonesia, maupun dari luar negeri. Tentunya dengan memiliki fasilitas berstandar internasional, kalangan menengah ke atas yang biasanya berobat ke luar negeri, akan datang ke rumah sakit ini, karena toh fasilitasnya (bisa dikatakan) sama dengan rumah sakit yang ada di luar negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi melihat kasus yang dialami ibu Prita Mulyasari, tampaknya ada hal berstandar internasional yang terlupakan : servis terhadap pasien. Memang pihak rumah sakit sudah &lt;a href="http://www.sumbawanews.com/berita/nasional/inilah-isi-bantahan-rs.omni-international-hospital-alam-sutera-atas-email-prita-mulyasari.html"&gt;membantah bahwa isi email yang ditulis ibu Prita tidak benar&lt;/a&gt;, tapi sebagai calon pasien (sebagai manusia, suatu saat kita pasti sakit kan ?)  kasus ini tentunya membuat kita ragu, apakah jika kita datang ke RS tersebut, kita tidak akan mendapat perlakuan yang sama seperti Ibu Prita ? &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Pada kenyataannya, memang tidak mudah menemukan rumah sakit dengan pelayanan yang baik di Indonesia, di mana dokter-dokternya bersedia menjawab pertanyaan pasien dengan sabar, suster-susternya melayani dengan ramah dan murah senyum, dan yang  tentu saja cocok dengan anggaran rumah tangga kita. Kalau di sekitar tempat tinggal anda ada rumah sakit seperti ini, anda beruntung. Bolehlah dishare dengan pembaca lain di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi banyak rumah sakit yang menerapkan sistem deposit, terutama rumah sakit besar di Jakarta. Artinya, ketika pasien mendaftar, harus menyediakan sejumlah uang sebagai jaminan bahwa pasien tersebut bisa membayar biaya selama dirawat di rumah sakit tersebut. Tentu anda pernah mendengar ketika ada pasien tidak mampu yang ditolak rumah sakit, dengan alasan tempat tidurnya penuh, meskipun sudah menunjukan kartu Askeskin ? Tidakkah ini bertentangan dengan misi sosial rumah sakit ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu, fasilitas modern yang ada di rumah sakit berkelas internasional memerlukan investasi yang mahal. Belum lagi biaya perawatannya. Begitu juga bangunan gedung yang mewah, dan untuk menggaji dokter yang berkualitas (baca: punya jam terbang yang cukup tinggi). Tentunya, mereka yang membangun rumah sakit seperti ini mengharapkan pemasukan dari pasien yang sesuai dengan pengeluaran tersebut. Dan tentunya, sudah masuk di akal seandainya pasien yang akan membayar banyak tersebut mengharapkan layanan yang sepadan kan ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu, bukankah sebagai pasien di rumah sakit manapun, kita berhak mendapatkan layanan yang baik, tanpa memandang status ekonomi kita ? Bukankah sebagai penyedia layanan untuk masyarakat, rumah sakit seharusnya memandang keluhan yang disampaikan pasien sebagai suatu kritik untuk membuat kualitas yang lebih baik ? Bagaimana kualitas rumah sakit di Indonesia dapat meningkat, jika pasien yang tidak puas dipenjara karena mengeluh ?  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7193007128089339317-6763974893835277989?l=www.mamadisini.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.mamadisini.co.cc/feeds/6763974893835277989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7193007128089339317&amp;postID=6763974893835277989&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7193007128089339317/posts/default/6763974893835277989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7193007128089339317/posts/default/6763974893835277989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.mamadisini.co.cc/2009/06/dicari-rumah-sakit-dengan-servis.html' title='Dicari: rumah sakit dengan servis berkelas internasional'/><author><name>Mama Di Sini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10449686734823494827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7193007128089339317.post-7211945458739317645</id><published>2009-06-03T20:32:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T21:02:47.637-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resep sehat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resep praktis'/><title type='text'>Muffin Oatmeal Apel (Low Sugar)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FT4OWDjVJnk/SidDMpdB03I/AAAAAAAAAAU/usdqgHnutxI/s1600-h/IMGP5341.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FT4OWDjVJnk/SidDMpdB03I/AAAAAAAAAAU/usdqgHnutxI/s200/IMGP5341.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343313367463482226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muffin yang mudah dibuat, tidak perlu pakai mixer, dan sehat karena pakai oatmeal dan rendah gula. Boleh dicoba untuk cemilan waktu sedang &lt;a href="http://www.mamadisini.co.cc/2009/05/gtm-dan-diet-mama-2.html"&gt;diet&lt;/a&gt;. Asal jangan kebanyakan. Oh ya, hasil jadinya hanya sedikit, sekitar 4 muffin ukuran sedang. Kalau cocok, silahkan buat dua kali resepnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Bahan :&lt;br /&gt;Tepung Terigu 50 gr&lt;br /&gt;Oatmeal 50 gr&lt;br /&gt;Baking Powder 1/2 sdt&lt;br /&gt;Baking Soda 1/2 sdt&lt;br /&gt;Mentega 50 gr&lt;br /&gt;Telur 1 butir, kocok&lt;br /&gt;Susu cair 40 ml&lt;br /&gt;Apel manalagi 5 buah, kupas, buang bijinya, parut&lt;br /&gt;Kayumanis bubuk 1 sdt&lt;br /&gt;Gula 1 sdm (boleh ditambah kalau ingin manis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Membuat:&lt;br /&gt;Panaskan oven pada suhu 180 derajat.&lt;br /&gt;Campurkan tepung terigu dengan oatmeal, baking powder, dan baking soda.&lt;br /&gt;Cairkan mentega, campur dengan telur, susu, dan gula.&lt;br /&gt;Campur apel parut dengan kayumanis.&lt;br /&gt;Masukkan campuran mentega ke adonan tepung, tambahkan apel.&lt;br /&gt;Tuang ke dalam cetakan muffin, panggang sampai matang kurang lebih 25 menit.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7193007128089339317-7211945458739317645?l=www.mamadisini.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.mamadisini.co.cc/feeds/7211945458739317645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7193007128089339317&amp;postID=7211945458739317645&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7193007128089339317/posts/default/7211945458739317645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7193007128089339317/posts/default/7211945458739317645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.mamadisini.co.cc/2009/06/muffin-oatmeal-apel-low-sugar.html' title='Muffin Oatmeal Apel (Low Sugar)'/><author><name>Mama Di Sini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10449686734823494827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FT4OWDjVJnk/SidDMpdB03I/AAAAAAAAAAU/usdqgHnutxI/s72-c/IMGP5341.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7193007128089339317.post-3650131124832444381</id><published>2009-06-03T02:11:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T21:05:56.818-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini'/><title type='text'>Kasus Prita Mulyasari: gemas, tapi bisa apa ?</title><content type='html'>Beginilah nasib kita tinggal di negara yang hak perlindungan konsumennya tidak terjaga. Anda sudah tahu &lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2009/06/02/182022/1141632/10/penahanan-prita-diperpanjang-hingga-23-juni"&gt;kasus Prita Mulyasari&lt;/a&gt;, seorang ibu dua anak yang tinggal di daerah Serpong, yang mengirimkan email komplain tentang ketidakbecusan manajemen RS swasta Omni Internasional. Ibu Prita sekarang berada di LP Tangerang setelah dituntut pihak rumah sakit karena tindak pencemaran nama baik. &lt;br /&gt;Anda gemas ? Saya juga. Tapi kita bisa apa ?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Sebagai penulis blog, internet adalah media saya untuk berkomunikasi. Dan kita perlu berhati-hati agar kasus serupa tidak terulang lagi pada kita. Berikut ini tips meminimalkan jeratan UU ITE yang saya dapat dari &lt;a href="http://dailysocial.net/post/tips-tips-meminimalisir-jeratan-uu-ite/"&gt;link ini&lt;/a&gt; :&lt;br /&gt;- Jangan cuma cari perhatian dengan judul-judul yang terlampau provokatif untuk mengincar traffic dan sensasi. Sebagai blogger kita tentu bahagia ketika blog kita dikunjungi banyak orang, namun dengan teknik seperti ini bisa-bisa menjadi bumerang untuk kita.&lt;br /&gt;- Fokus terhadap masalah bukan terhadap orangnya. Seringkali pandangan subyektif atau kebencian terhadap seseorang bisa terpancar dalam tulisan di blog. Padahal untuk mendukung obyektivitas, sebagai blogger harus melihat ke gambaran yang lebih besar yaitu masalahnya, bukan orangnya.&lt;br /&gt;- Berikan solusi, jangan hanya mengkritik. Kritik tentu boleh saja, tetapi ada bedanya antara kritik yang membangun dan kritik yang menjatuhkan. Kritik yang menjatuhkan tentu lebih rentan untuk terkena jeratan pasal-pasal dari UU-ITE karena memang tujuan dibelakangnya adalah menjelek-jelekan pihak tertentu tanpa ada niat positif di belakangnya. Untuk mempermanis kritik, selesaikan dengan solusi yang membangun dan positif agar kritik anda-pun lebih bisa diterima.&lt;br /&gt;- Jangan takut minta maaf, seringkali blogger yang terjerat kasus penghinaan enggan meminta maaf meskipun sudah terbukti melakukan kesalahan. Hal ini tentu kembali ke diri kita masing-masing, jangan terlalu angkuh dan arogan menghadapi masalah ini dan pastinya jangan malu-malu untuk meminta maaf. Kadang-kadang permintaan maaf bisa berbuah manis kok.&lt;br /&gt;- Blogger harus siap menerima kritik dan saran dari para pembaca. Freedom of speech pasti disertai freedom of response, jadi apapun respon yang anda terima anda tetap harus bisa menanggapinya secara dewasa.&lt;br /&gt;- Pastikan postingan kritik anda didasarkan pada fakta dan bukti-bukti pendukung yang solid.&lt;br /&gt;Tentang UU ITE sendiri, anda bisa baca &lt;a href="www.scribd.com/doc/2362550/UU-ITE"&gt;di sini&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;Namun efek dari kasus ini, yang jelas saya nggak akan berobat ke RS Omni. Bagaimana dengan anda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7193007128089339317-3650131124832444381?l=www.mamadisini.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.mamadisini.co.cc/feeds/3650131124832444381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7193007128089339317&amp;postID=3650131124832444381&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7193007128089339317/posts/default/3650131124832444381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7193007128089339317/posts/default/3650131124832444381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.mamadisini.co.cc/2009/06/kasus-prita-mulyasari-gemas-tapi-bisa.html' title='Kasus Prita Mulyasari: gemas, tapi bisa apa ?'/><author><name>Mama Di Sini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10449686734823494827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7193007128089339317.post-3807500172050304068</id><published>2009-06-03T01:29:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T21:06:18.470-07:00</updated><title type='text'>Masak Praktis</title><content type='html'>Sebagai &lt;b&gt;ibu rumah tangga&lt;/b&gt;, pastinya kita ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga. Sedapat mungkin masakan yang dihidangkan bergizi dan higienis. Kalau kita beli masakan dari warung / restoran, kita tidak tahu apakah masakan tersebut diolah dengan baik dalam lingkungan yang bersih. Tapi kalau kita masak sendiri, kadang-kadang terasa capek dan merepotkan. &lt;br /&gt;Berikut ini saya tuliskan beberapa tips &lt;b&gt;masak praktis&lt;/b&gt; yang dapat &lt;b&gt;mempersingkat waktu anda memasak&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;1. Kerjakan apa yang bisa dikerjakan sekarang. &lt;br /&gt;Maksudnya, tidak perlu menunda-nunda hal-hal yang dapat dikerjakan secepatnya. Misalnya, selagi menemani anak main, bisa sambil merebus telur, atau kentang. Telur yang sudah direbus di siang hari, bisa dibumbui sambal balado untuk lauk malam hari. &lt;br /&gt;2. Memasak dengan efisien. &lt;br /&gt;Membuat tahu kukus bisa dilakukan sambil menanak nasi. Tinggal tumpangkan olahan bahannya ke atas rice cooker, ketika nasi matang, tahu kukus pun siap. &lt;br /&gt;Begitu juga mengukus tempe untuk bahan membuat burger tempe. &lt;br /&gt;3. Ubah urutan memasak, agar tidak perlu sering-sering mencuci peralatan masak. &lt;br /&gt;Misalnya, anda ingin membuat telur dadar dan menumis kangkung. Kalau anda membuat tumis kangkung terlebih dahulu, maka ketika ingin membuat telur dadar, anda perlu mencuci wajan terlebih dahulu karena bumbu tumis yang menempel. Tetapi kalau membuat telur dadar terlebih dahulu, wajan dapat langsung digunakan untuk menumis tanpa perlu dicuci. &lt;br /&gt;4. Membeli bahan makanan dalam jumlah banyak, tapi jangan kebanyakan. &lt;br /&gt;Selain menghemat waktu, anda juga menghemat uang. Anda bisa memotong-motong dan &lt;b&gt;membekukan sayur&lt;/b&gt;, dan tinggal mencairkannya ketika ingin digunakan.&lt;br /&gt;Supaya bahan makanan tidak lekas busuk, anda perlu memperhatikan cara penyimpanannya. &lt;br /&gt;- Kentang dan ubi : tidak perlu ditaruh di kulkas. Taruh di tempat yang kering saja akan tahan lama.&lt;br /&gt;- Cabai (merah, hijau, rawit) : cuci bersih, simpan dalam plastik penyimpan makanan dan bekukan. Jangan lupa tuliskan tanggal penyimpanannya Cabai beku bisa tahan cukup lama (+- 6 bulan)&lt;br /&gt;- Paprika : buang bijinya, cuci bersih,  simpan dalam plastik penyimpan makanan dan bekukan. &lt;br /&gt;- Daun-daunan (salada, kangkung, sawi hijau, dll. kecuali bayam) : buang akarnya, cuci bersih,  simpan dalam plastik penyimpan makanan, taruh di kulkas bagian bawah. Bisa tahan 2-3 hari.&lt;br /&gt;- Wortel &amp; labu siam : potong-potong, rebus kurang lebih 3 menit, lalu rendam dalam air dingin, masukkan dalam plastik / kantong penyimpan makanan, dan bekukan. &lt;br /&gt;- Buncis, kacang panjang : potong-potong, rebus kurang lebih 1,5 menit, lalu rendam dalam air dingin, masukkan dalam plastik / kantong penyimpan makanan, dan bekukan. &lt;br /&gt;- Kelapa parut : masukkan dalam plastik penyimpan makanan dan bekukan. Untuk membuat santan dari kelapa parut beku cukup tuangkan air hangat dan rendam sebentar. &lt;br /&gt;- Labu parang &amp; kaboca : potong-potong, kukus kurang lebih 3 menit, tunggu dingin, masukkan dalam plastik / kotak penyimpan makanan, bekukan.&lt;br /&gt;- Toge : cuci bersih, masukkan dalam plastik penyimpan makanan, bekukan.&lt;br /&gt;- Daging, ayam, seafood : cuci bersih, bagi sejumlah yang diperlukan untuk sekali makan, masukkan masing-masing bagian ke dalam plastik, bekukan.&lt;br /&gt;Dengan begini, anda hanya perlu membeli bahan-bahan yang kurang saja. Kecuali anda memang tiap hari ingin jalan kaki membeli sayur untuk &lt;a href="http://www.mamadisini.co.cc/2009/05/gtm-dan-diet-mama-2.html"&gt;diet&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;Silahkan dicoba.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7193007128089339317-3807500172050304068?l=www.mamadisini.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.mamadisini.co.cc/feeds/3807500172050304068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7193007128089339317&amp;postID=3807500172050304068&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7193007128089339317/posts/default/3807500172050304068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7193007128089339317/posts/default/3807500172050304068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.mamadisini.co.cc/2009/06/masak-praktis.html' title='Masak Praktis'/><author><name>Mama Di Sini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10449686734823494827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7193007128089339317.post-7494722422090503210</id><published>2009-05-31T22:50:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T21:06:55.402-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GTM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diet Mama'/><title type='text'>GTM dan Diet Mama (2)</title><content type='html'>Lalu bagaimana hubungannya &lt;a href="http://www.mamadisini.co.cc/2009/05/gtm-dan-diet-mama-1.html"&gt;&lt;b&gt; GTM&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; si kecil dengan &lt;b&gt;diet mama&lt;/b&gt; ?&lt;br /&gt;Ingat-ingat waktu anda hamil dulu, berat badan anda naik berapa kilo ? Dan, apa sekarang sudah kembali seperti semula ? Kalau belum, anda bisa mencoba diet ala mamadisini, sekaligus &lt;b&gt;mendampingi anak yang GTM&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;1. Karena anda makan bersama dengan anak anda, usahakan jangan makan makanan yang terlalu berbumbu atau pedas. Anda tentu tidak ingin anak anda sakit perut setelah mengacak-ngacak dan memasukkan sejumput makanan dari piring anda ke mulutnya kan ? Jadi, kurangi garam, dan terutama : msg ! Kalau masakan lebih hambar, tentu anda tidak bernafsu makan lebih banyak kan ?&lt;br /&gt;2. Kunyah mama ! Kunyah ! Menyuapi anak anda, memberi anda waktu untuk mengunyah makanan sebelum anda memasukkan sesendok berikutnya.&lt;br /&gt;3. Tambahkan satu masakan sayuran di meja anda. Bisa salad, sup, atau tumis sayuran. Yang penting ada tambahan serat pada makanan anda. Anda tidak bisa mengharapkan si kecil suka sayur, kalau dia tidak pernah melihat sayuran pada menu makanan anda kan ?&lt;br /&gt;4. Ngemil buah bersama si kecil. Kalau merasa lapar sebelum waktu makan, kenapa tidak makan buah segar ? Sepotong buat anda, dan sepotong untuk si kecil.&lt;br /&gt;5. No gorengan day. Artinya, &lt;b&gt;hari tanpa gorengan&lt;/b&gt; : masakan yang digoreng deep fry. Lupakan ayam goreng, perkedel, peyek, dan segala macam gorengan lainnya. Masih banyak lauk enak yang dimasak dengan cara rebus atau kukus kan ? Kalau terpaksa, boleh lah tumis dengan minyak sesedikit mungkin. Coba tetapkan satu hari dalam seminggu untuk jadi no gorengan day. Kalau sukses, tambahkan jadi dua hari seminggu. Kalau perlu, lima hari seminggu. Selain lebih sehat, anda juga menghemat pengeluaran untuk minyak goreng loh.&lt;br /&gt;6. Mau bikin kue untuk anak ? Coba kurangi sesendok gula dari apa yang tertulis di resep. Lebih baik lagi kalau kuenya berbahan buah atau sayur seperti banana cake, muffin wortel, atau fruit pie. Tapi mama jangan keterusan ngicip banyak-banyak yah...&lt;br /&gt;7. Jangan lupa: banyak minum air putih, minimal 8 gelas sehari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak bisa dilupakan dalam berdiet adalah &lt;b&gt;olah raga&lt;/b&gt;. Tapi sebagai ibu rumah tangga yang harus mengerjakan seabrek tugas rumahan, belum tentu anda punya waktu dan anggaran untuk pergi ke gym. Tapi, anda bisa mencoba hal berikut :&lt;br /&gt;1. Don't let tukang sayur come to you. Berjalan kakilah membeli sayur di tukang yang jaraknya cukup jauh dari rumah anda. Kalau tukang sayur berjarak 10 menit jalan kaki, belanja bolak balik lumayan membuat anda berkeringat loh.&lt;br /&gt;2. Temani anak anda berjalan-jalan di pagi atau sore hari. Bisa ke taman atau lapangan di sekitar rumah, atau hanya keliling pekarangan. Menemani si kecil berlari-lari cukup melelahkan juga.&lt;br /&gt;3. Si kecil sudah tidur ? Sambil nonton TV, kenapa tidak coba senam ringan ? &lt;br /&gt;4. Kalau rumah anda memiliki tangga, coba tambah satu kali naik turun tangga setiap hari.&lt;br /&gt;5. Coba tetapkan satu hari sebagai hari olah raga keluarga. Bisa hari sabtu atau minggu. Boleh main bulu tangkis, atau berenang. Selain menyehatkan, juga mempererat hubungan keluarga.&lt;br /&gt;Jangan kira dengan menjadi &lt;a href="http://www.mamadisini.co.cc/2009/05/jangan-takut-jadi-ibu-rumah-tangga-jadi.html"&gt;ibu rumah tangga&lt;/a&gt;, body anda boleh dibiarkan melar. Kalau badan tetap kencang, suami juga makin senang kan ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7193007128089339317-7494722422090503210?l=www.mamadisini.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.mamadisini.co.cc/feeds/7494722422090503210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7193007128089339317&amp;postID=7494722422090503210&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7193007128089339317/posts/default/7494722422090503210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7193007128089339317/posts/default/7494722422090503210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.mamadisini.co.cc/2009/05/gtm-dan-diet-mama-2.html' title='GTM dan Diet Mama (2)'/><author><name>Mama Di Sini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10449686734823494827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7193007128089339317.post-662639365380924832</id><published>2009-05-31T20:56:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T21:07:21.850-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GTM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diet Mama'/><title type='text'>GTM dan Diet Mama (1)</title><content type='html'>Anak-anak umur 1-2 tahun sering melakukan &lt;b&gt;GTM&lt;/b&gt;, alias &lt;b&gt;Gerakan Tutup Mulut&lt;/b&gt;. Nggak mau makan. Yang kerepotan tentu mamanya. Kalau nggak dikasih makan, tentunya anak akan kekurangan nutrisi, kurus dan sering-sering sakitan. Tapi setiap kali disuapkan sesendok nasi, mulut si kecil langsung menutup rapat. Kalaupun bisa masuk, langsung dikeluarkan lagi. Bagaimana dong ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenang Mama, jangan panik. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Secara alamiah (dan logika saya), manusia punya kemampuan untuk bertahan hidup. Si Kecil nggak akan mati hanya karena nggak mau makan satu dua hari. Secara logika, memang anak akan minta makan dengan sendirinya, kalau dia merasa lapar. Hanya masalahnya, kalau dia sudah asyik dengan mainannya, dia akan lupa dengan rasa laparnya. Satu dua hari mungkin belum jadi masalah, tapi bagaimana kalau berlanjut sampai berhari-hari. Apalagi di usia 1-2 tahun adalah masa emas pertumbuhan otak anak. Kalau tidak didukung dengan asupan gizi yang tepat, tentu perkembangan otaknya tidak akan optimal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, coba anda bayangkan seandainya anda dalam posisi anak anda. Apa sih kira-kira yang membuat anak anda malas makan ?&lt;br /&gt;1. Makanannya tidak enak. Sayuran memang bergizi, tapi belum tentu cocok di lidah si kecil loh. &lt;br /&gt;2. Sedang tidak enak badan. Mungkin sedang tumbuh gigi atau sariawan. Ada kalanya anda juga malas makan karena badan tidak fit kan ?&lt;br /&gt;3. Sedang sibuk. Kalau anda sedang asyik mengerjakan sesuatu, pernahkan anda lupa makan ? Ketika si kecil sibuk dengan mainan / TV, bisa jadi dia tidak mau konsentrasinya diganggu dengan makanan yang anda sodorkan. &lt;br /&gt;4. Kenyang susu. Karena anak anda tidak mau makan, bisa jadi anda malah menawarkan susu atau makanan cair seperti Pedia****. Anak anda jadi kenyang, dan malah tambah tidak mau makan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau anda mencoba menerapkan hal-hal di bawah ini ?&lt;br /&gt;1. Bangun rutinitas makan. Idealnya makan memang dilakukan dengan duduk di kursi makan, tanpa TV, dan mainan. Tapi bisa jadi anak anda akan memberontak kalau tiba-tiba anda mendudukkannya di kursi makan ketika dia sedang asyik-asyiknya bermain. Jadi, bagaimana kalau makan dilakukan sesudah bangun tidur, sesudah mandi, atau sesudah jalan-jalan. Sedapat mungkin terapkan waktu makan yang sama setiap hari. Tidak harus tepat setiap jamnya, yang penting rutinitas makan anak anda terbangun. Misalnya, pagi hari sesudah bangun tidur, jalan-jalan sebentar di taman, lalu makan pagi. Setelah makan, mandi, lalu anak boleh bermain. Capai bermain, boleh minum susu, lalu tidur pagi. Bangun tidur, waktunya makan siang. Sehabis makan, bermain lagi. Bangun dari tidur siang, jalan-jalan sore, lalu makan malam. &lt;br /&gt;2. Makan bersama dengan keluarga. Anda juga merasa kesepian kalau harus makan sendiri, dan akan lebih bersemangat kalau makan ramai-ramai, kan ? Jadi, kenapa tidak memberikan teman makan untuk anak anda ? Sarapan di pagi hari bisa dilakukan bersama papa dan kakak-kakaknya. Siang hari pun, usahakan anda makan bersama si Kecil. Kalau si kecil tidak mau membuka mulutnya, biarkan saja sebentar. Biarkan anak anda memperhatikan cara anda makan. Bisa jadi dia malah minta disuapi makanan dari piring anda. Oleh karena itu, usahakan anda juga tidak makan makanan yang terlalu berbumbu atau pedas. &lt;br /&gt;3. Biarkan anak anda makan sendiri. Mungkin dia hanya ingin mencoba makan sendiri tanpa disuapi. Kalau begitu, berikan dia piring dan sendok yang tidak mudah pecah. Memang berantakan, tapi ingat mama, ini adalah salah satu proses belajar. Kalau anda tidak mau repot membersihkan, taruh selembar besar koran bekas di bawah kursinya, agar makanan yang tumpah dapat dirapikan dengan cepat. &lt;br /&gt;4. Makanan tidak hanya nasi. Ya ya, saya tahu mayoritas orang Indonesia akan berkata belum makan kalau belum makan nasi. Tapi pada kenyataannya, sumber karbohidrat tidak hanya nasi, kan ? Ada roti, kentang, ubi, mie, spageti, makaroni. Jadi, be creative mom ! Kalau si kecil menolak nasi, biarkan saja dulu. Setengah jam berikutnya, anda bisa berikan roti isi keju, makaroni skotel, atau banana cake. Berhenti menyuapi kalau dia sudah tidak mau. Berikan saja pisang, apel, atau buah-buahan lainnya setengah jam kemudian. Boleh juga kalau anda berikan selingan sayuran kukus seperti wortel atau brokoli dengan saus keju. Anda tidak perlu memaksa si kecil makan, bisa-bisa malah dia trauma tidak mau membuka mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7193007128089339317-662639365380924832?l=www.mamadisini.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.mamadisini.co.cc/feeds/662639365380924832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7193007128089339317&amp;postID=662639365380924832&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7193007128089339317/posts/default/662639365380924832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7193007128089339317/posts/default/662639365380924832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.mamadisini.co.cc/2009/05/gtm-dan-diet-mama-1.html' title='GTM dan Diet Mama (1)'/><author><name>Mama Di Sini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10449686734823494827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7193007128089339317.post-8933219828855905181</id><published>2009-05-28T19:46:00.000-07:00</published><updated>2009-06-01T22:28:28.148-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mama di rumah'/><title type='text'>ASI, Oh ASI</title><content type='html'>Masih ingat kasus &lt;b&gt;susu formula tercemar bakteri&lt;/b&gt; yang bikin heboh tahun lalu ? Seingat saya waktu itu, ibu mentri kesehatan dengan entengnya bilang, "Ya bayinya dikasih ASI aja dong !" -- nggak persis ngomong seperti ini, ini cuma berdasarkan ingatan saya saja --&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya percaya anda, seperti halnya ibu mentri, sudah tahu kalau ASI adalah yang terbaik untuk bayi kita. Di internet, majalah tumbuh kembang anak, rasanya hampir semuanya meneriakkan program &lt;b&gt;ASI eksklusif 6 bulan&lt;/b&gt;. Hanya ASI yang perlu diberikan mulai dari bayi lahir, sampai berumur 6 bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pada kenyataannya, mudahkah menjalankan program &lt;b&gt;ASI eksklusif&lt;/b&gt; ini ? &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda pernah merasakan 'berjuang' demi memberikan ASI buat buah hati anda, anda akan menyadari bahwa memberikan ASI banyak tantangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan moral, itu sudah pasti. Ada saja keluarga, terutama orang tua dan mertua, yang mendesak kita untuk memberikan 'tambahan' untuk bayi. Susu formula, air tajin, bahkan makanan seperti pisang atau jeruk, sebelum bayi berumur 6 bulan. &lt;br /&gt;Kalau anda melahirkan di rumah sakit yang mendukung program ASI eksklusif, maka anda beruntung. Tapi coba pikirkan, berapa banyak rumah sakit seperti itu di negeri ini ? Berapa sih persentase rumah sakit yang tidak termakan bujuk rayuan produsen susu formula ? Apalagi rumah sakit 'pengejar profit' yang ada di kota besar. &lt;br /&gt;Waktu saya menyatakan ingin memberikan ASI eksklusif untuk bayi saya, suster RSUD tempat saya melahirkan bilang, "tapi kalau nanti bayinya dehidrasi, saya kasih sufor ya Bu !" &lt;br /&gt;Tidak ada kata-kata penyemangat. Malah, dalam kalimat itu terkandung ancaman, "kalau ASI saja, nanti bayinya bisa dehidrasi loh !" Memang ASI saya baru lancar keluar pada hari ketiga, tapi toh bayi saja baik-baik saja. Malah tumbuh dengan perkembangan lebih cepat dari rata-rata dan tidak gampang sakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari rumah sakit, anda tentu saja akan menghadapi tantangan lainnya. Apalagi kalau anda bekerja. Perusahaan di Indonesia rata-rata hanya memberikan jatah cuti 3 bulan saja. Beruntung kalau bisa menemani bayi selama 3 bulan pertama. Beberapa perusahaan malah mewajibkan cuti melahirkan diambil 1,5 bulan sebelum kelahiran. &lt;br /&gt;Tidakkah hal ini bertentangan dengan program ASI eksklusif 6 bulan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, mungkin anda berpikir, "Kan ASInya bisa diperas dan dibekukan ?" &lt;br /&gt;Kalau perusahaan (atau atasan) mau menyediakan tempat khusus agar ibu nyaman memeras ASI dan kulkas untuk menyimpan ASI perasan tersebut, itu anugrah. Tapi berapa banyak sih perusahaan  yang baik hati seperti itu ? Saya tahu beberapa ibu terpaksa memeras ASI di toilet. Apakah ini higienis ? Coba pikirkan kalau anda tahu bahwa masakan yang anda beli dari restoran ternyata pernah masuk toilet. Tidakkah anda merasa mual ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak cuma itu. Kalau kita pergi ke tempat umum pun, berapa banyak sih fasilitas publik yang menyediakan nursing room ? Beberapa mal kelas atas di Jakarta memang sudah punya, tapi selain itu ? Bagaimana dengan kantor pemerintah, pasar, stasiun, terminal, dan tempat umum lainnya ? Oh, jangankan memberikan nursing room. Toilet di tempat umum seperti itu saja tidak terawat dan baunya setengah mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, ibu mentri memang dengan gampang mengatakan bahwa sebaiknya bayi baru lahir diberi ASI. Tapi pemerintah juga sudah seharusnya memberikan fasilitas yang mendukung para ibu untuk nyaman memberikan ASI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau anda merasa tidak mau direpotkan oleh tantangan di atas, tapi tetap mau memberikan yang terbaik untuk si kecil, anda perlu memikirkan untuk berhenti bekerja dan tinggal di rumah saja. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7193007128089339317-8933219828855905181?l=www.mamadisini.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.mamadisini.co.cc/feeds/8933219828855905181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7193007128089339317&amp;postID=8933219828855905181&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7193007128089339317/posts/default/8933219828855905181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7193007128089339317/posts/default/8933219828855905181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.mamadisini.co.cc/2009/05/asi-oh-asi.html' title='ASI, Oh ASI'/><author><name>Mama Di Sini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10449686734823494827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7193007128089339317.post-6369244513651614887</id><published>2009-05-26T01:49:00.000-07:00</published><updated>2009-06-01T22:31:03.166-07:00</updated><title type='text'>Penghasilan Untuk Ibu RT</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;b&gt;Jangan takut jadi ibu rumah tangga !&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi ibu rumah tangga takut bakalan nggak punya penghasilan ? Ya cari dong !&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada banyak cara kok, jadi ibu rumah tangga tapi tetap punya penghasilan sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ditambah lagi &lt;a href="http://mamadisini.blogspot.com/2009/05/lets-calculate-mari-berhitung.html"&gt;keuntungan&lt;/a&gt; yang hanya bisa didapat kalau jadi ibu rumah tangga. Anak lebih sehat, suami lebih happy. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apalagi sekarang jamannya internet. Nggak usah ragu-ragu memanfaatkan fasilitas dunia maya !&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di sini saya tulis beberapa ide peluang untuk menghasilkan pendapatan, sambil jaga anak di rumah.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. Jadi &lt;b&gt;freelancer / kerja part time&lt;/b&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau anda pengalaman jadi konsultan, designer, akuntan, programmer, atau profesi lain yang sebenarnya bisa dilakukan tanpa harus terikat suatu perusahaan, kenapa nggak coba jalan sendiri ? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau anda punya kemampuan bahasa atau musik, bagaimana kalau jadi guru part time ? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nggak ada klien ? Promosi lewat internet dong ! &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bikin blog, taruh CV dan pengalaman kerja anda, dan sebarkan blog anda ke teman-teman. Jangan lupa ikut milis profesi, buat jaringan kerja, dan jalin hubungan baik dengan orang yang pernah meminta bantuan anda. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang jelas, harga anda akan lebih murah dibanding kalau orang memakai jasa anda lewat perusahaan, dan uang dari klien akan masuk kantong anda semuanya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Awalnya mungkin akan berat. Tapi kalau dijalankan dengan tekun, siapa tahu suatu saat nanti, anda malah punya kesempatan mendirikan perusahaan sendiri !&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. &lt;b&gt;Jualan lewat internet&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Anda tidak perlu buka toko, dan tidak perlu menggaji karyawan. Tinggal taruh foto barang dagangan anda, dan promosikan. Anda bisa memanfaatkan jasa pengiriman barang untuk mengantarkan dagangan anda. Atau kalau tidak memungkinkan, anda bisa membatasi daerah pengantaran di sekitar tempat anda tinggal. Anda bisa &lt;a href="http://mamadisini.blogspot.com/2009/05/from-hobby-to-money.html"&gt;memanfaatkan hobi&lt;/a&gt; anda sambil menemani anak bermain di rumah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. &lt;b&gt;Main saham atau forex (foreign exchange / valas=valuta asing)&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tunggu dulu. Jangan dulu berpikiran bahwa main saham atau main forex sama dengan berjudi. Kedua hal ini bisa dipelajari. Apalagi kalau anda punya pengetahuan di bidang ekonomi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Prinsip keduanya sebenarnya sederhana. Belilah pada saat harga rendah, dan juallah pada saat harga tinggi. Yang sulit adalah memprediksikan kapan harga saham / valas itu rendah, dan kapan harganya akan menjadi tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tetapi, jika anda tekun mempelajari teknik dan fundamental pergerakan saham / valas, memperoleh penghasilan lewat cara ini bukannya tidak mungkin. Beberapa broker sudah membuka fasilitas untuk online trading, ada juga yang memberikan fasilitas free trial. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang perlu diingat adalah, jangan menggunakan uang yang akan anda perlukan di masa depan sebagai modal untuk bermain saham / forex. Pakailah uang yang memang anda alokasikan untuk investasi. Satu lagi yang perlu diingat. Main saham / forex dapat menyebabkan kecanduan. Berhati-hati dan selalu bersikap bijak dalam menentukan langkah anda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;4. &lt;b&gt;Mengoptimalkan blog anda &lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau anda senang menulis, publikasikan tulisan anda lewat blog. Ketika blog anda banyak dikunjungi orang, anda punya kesempatan menampilkan iklan pada blog anda. Bayaran bisa anda terima jika ada orang menge-klik iklan yang anda pasang, yang juga disebut sebagai PPC (Pay Per Click). Anda juga bisa ikut program afiliasi, dengan memasang banner perusahaan / toko di blog anda, dan bayaran akan anda dapatkan jika ada orang yang melakukan transaksi pada afiliasi anda. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selain itu anda juga bisa ikut program Paid Review, artinya anda akan dibayar ketika anda menuliskan review untuk suatu produk. Ada lagi paid to take survey, paid to read email, paid to surf... &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Atau anda juga bisa berjualan e-book atau ikut MLM online yang bisa anda cari lewat google.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Memang ada banyak cara memperoleh pendapatan lewat internet. Tapi yang perlu anda ingat, jangan gampang terbujuk untuk cepat menjadi kaya. Banyak yang memberikan iming-iming perolehan uang yang besar, tapi ada baiknya anda berpikir dan berhitung baik-baik sebelum memulai, apalagi untuk program yang membutuhkan investasi tidak sedikit. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7193007128089339317-6369244513651614887?l=www.mamadisini.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.mamadisini.co.cc/feeds/6369244513651614887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7193007128089339317&amp;postID=6369244513651614887&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7193007128089339317/posts/default/6369244513651614887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7193007128089339317/posts/default/6369244513651614887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.mamadisini.co.cc/2009/05/jangan-takut-jadi-ibu-rumah-tangga-jadi.html' title='Penghasilan Untuk Ibu RT'/><author><name>Mama Di Sini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10449686734823494827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7193007128089339317.post-1159174755715310284</id><published>2009-05-25T20:21:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T03:32:21.095-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mama kerja di rumah'/><title type='text'>From Hobby To Money</title><content type='html'>&lt;div&gt;Sebenarnya apa sih yang paling memberatkan kalau kita pindah profesi dari wanita karir menjadi ibu rumah tangga ? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pasti banyak yang setuju kalau saya bilang : penghasilan alias gaji.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau jadi ibu rumah tangga, pastinya gaji bakal jadi nol. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Biarpun &lt;a href="http://mamadisini.blogspot.com/2009/05/lets-calculate-mari-berhitung.html"&gt;itung-itungannya&lt;/a&gt; memang jadi ibu rumah tangga pastinya lebih baik, tapinya kalau pemasukan berkurang, ekonomi rumah tangga bisa kacau dong... Belum tentu bisa hidup kecukupan dari gaji suami saja. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apalagi masih punya tanggungan kredit rumah, cicilan mobil, menabung untuk sekolah anak, dan lain lain...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;Tapi coba anda pikirkan, apa yang akan bertambah kalau anda meninggalkan karir dan pindah jadi ibu rumah tangga ?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Salah satu jawabannya : waktu ! &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Waktu untuk bersama anak sudah tentu bertambah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi tidak hanya itu. Waktu bagi anda untuk mengerjakan apa yang selama ini hanya dalam angan-angan juga bertambah. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Coba anda ingat-ingat, selama anda bekerja, pernahkah anda membayangkan "seandainya saya punya waktu untuk mengerjakan ini itu... "&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan menjadi ibu rumah tangga, anda punya waktu untuk mengerjakan hobi yang selama ini tertunda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Memasak, bikin kue, menjahit, merajut, membaca, menulis... dan masih banyak lagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu, tidak pernahkah anda memikirkan untuk menjadikan hobi anda sebagai sumber penghasilan anda ?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jangan pesimis dulu dengan berpikir: "Saya tidak punya modal..."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di jaman modern ini, kita beruntung ada media internet yang bisa jadi perantara kita untuk memperoleh penghasilan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau anda sering berselancar di multiply, anda pasti banyak melihat blog orang yang dibuat untuk jualan. Yup, internet memang salah satu cara efektif untuk memasarkan barang dagangan. Anda tidak butuh sewa tempat, memperkerjakan karyawan, dan anda bisa mulai dengan jumlah yang sedikit.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Misalkan anda hobi memasak atau menjahit, tinggal foto hasil karya anda, taruh di blog anda, dan mulai terima pesanan. Anda bisa memanfaatkan jasa pengiriman barang untuk mengantarkan dagangan anda. Atau kalau tidak memungkinkan, anda bisa membatasi daerah pengantaran di sekitar tempat anda tinggal.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Atau anda punya hobi membaca dan menulis ? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Publikasikan tulisan anda di blog. Kalau tulisan anda menarik dan banyak dibaca orang, anda bisa memasang iklan di blog, dan anda akan memperoleh pendapatan dari hobi anda tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Anda boleh saja berpikir bahwa anda akan kehilangan pemasukan jika anda berhenti bekerja di kantor dan beralih jadi ibu rumah tangga. Tapi akan lebih baik jika anda berpikir sebaliknya : menjadi ibu rumah tangga adalah kesempatan bagi anda untuk memperoleh penghasilan sekaligus memberikan banyak waktu untuk anak anda dan anda sendiri. &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7193007128089339317-1159174755715310284?l=www.mamadisini.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.mamadisini.co.cc/feeds/1159174755715310284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7193007128089339317&amp;postID=1159174755715310284&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7193007128089339317/posts/default/1159174755715310284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7193007128089339317/posts/default/1159174755715310284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.mamadisini.co.cc/2009/05/from-hobby-to-money.html' title='From Hobby To Money'/><author><name>Mama Di Sini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10449686734823494827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7193007128089339317.post-9081189107130722443</id><published>2009-05-25T00:41:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T03:33:15.994-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mama kerja di rumah'/><title type='text'>Let's calculate ! Mari berhitung !</title><content type='html'>&lt;div&gt;Hai Mama ! Anda bekerja ? Ada si kecil menunggu di rumah ? Berpikir untuk menjadi ibu rumah tangga ? Mari kita berhitung yuk !&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gaji yang anda terima jika anda bekerja di kantor : x juta rupiah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang harus anda keluarkan :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bayar baby sitter : 1 juta rupiah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(Asumsi, baby sitter diambil di yayasan yang cukup terpercaya.)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Biaya transportasi pulang / pergi kantor : 1 juta rupiah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(Asumsi anda tinggal di daerah perumahan seperti Serpong, Bekasi, atau Bogor. Tiap kali jalan memerlukan ongkos sekitar 25 ribu rupiah, sehari 50 ribu rupiah, sebulan 20 hari kerja)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Biaya makan siang di kantor : 500 ribu rupiah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(Asumsi tiap kali makan 25 ribu rupiah, sebulan 20 hari kerja)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Biaya pakaian kerja &amp;amp; kosmetik : 500 ribu rupiah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(Asumsi, belanja tergantung mood dan teman-teman. Kalau ada yang ngajak ikutan midnite sale, bisa over 1 juta). &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang anda bayar secara moral : &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kecemasan apakah anak anda di rumah baik-baik saja&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Capek karena kena macet di jalan: 1,5  jam perjalanan pergi dan 1,5 jam perjalanan pulang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Stress karena pekerjaan dekat dead line.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Was-was takut dimarahi atasan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Deg-degan apa bisa pulang sampai ke rumah dengan selamat, mengingat hari ini harus lembur sampai malam. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kecewa karena inginnya ada di rumah bermain dengan si kecil.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Total yang anda dapat : x - 3 juta - lain-lain*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bisa sampai berjuta-juta kalau anda masuk rumah sakit karena stress dll.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seandainya anda di rumah saja : &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gaji : 0 rupiah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang harus anda keluarkan :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Baby sitter : nggak perlu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Transportasi : kan di rumah saja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Makan siang : menu sehat buatan sendiri, makan bersama si kecil.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pakaian kerja &amp;amp; kosmetik : kaos atau daster, yang penting nyaman untuk main dengan anak-anak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Plus-plus :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Anda tahu anak anda baik-baik saja. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tidak kena macet.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tidak stress karena pekerjaan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tidak was-was dengan atasan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tidak perlu lembur.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setiap saat bisa bermain dengan si kecil.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Plus-plus-plus : &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Suami anda senang karena anda ada di rumah menyambut dia pulang kerja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kesehatan lebih terjaga karena anda tidak kena stress, bisa makan makanan lebih bergizi buatan sendiri, dan tidak terkena polusi udara di jalanan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Anak anda senang karena anda bisa bermain dengannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Anak anda lebih sehat karena anda punya waktu membuatkan camilan sehat buatnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Suami juga lebih sehat karena anda punya waktu membuatkannya bekal makan siang yang lebih sehat dibanding jajan di luar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bisa tidur siang ! Yay !&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Total yang anda dapat : 0 + priceless !&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7193007128089339317-9081189107130722443?l=www.mamadisini.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.mamadisini.co.cc/feeds/9081189107130722443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7193007128089339317&amp;postID=9081189107130722443&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7193007128089339317/posts/default/9081189107130722443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7193007128089339317/posts/default/9081189107130722443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.mamadisini.co.cc/2009/05/lets-calculate-mari-berhitung.html' title='Let&apos;s calculate ! Mari berhitung !'/><author><name>Mama Di Sini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10449686734823494827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7193007128089339317.post-8283113647648471907</id><published>2009-05-24T23:55:00.000-07:00</published><updated>2009-06-01T22:33:05.803-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mama kerja di rumah'/><title type='text'>Baby Sitter, oh baby sitter</title><content type='html'>&lt;div&gt;Anda sudah lihat &lt;b&gt;video kekerasan&lt;/b&gt; yang dilakukan seorang &lt;b&gt;baby sitter&lt;/b&gt; terhadap anak asuhnya ? Atau paling tidak, tentu anda sudah dengar cerita&lt;a href="http://www.google.co.id/search?hl=id&amp;amp;rlz=1C1GGLS_idID293ID304&amp;amp;q=baby+sitter+kejam&amp;amp;btnG=Telusuri&amp;amp;meta="&gt;&lt;b&gt; baby sitter kejam &lt;/b&gt;&lt;/a&gt; yang kerap membuat kita, para mama, deg-degan. Lalu, tindakan apa yang sudah anda lakukan ? &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Anda mungkin bersyukur, "Untung anak-anak saya dijaga orang yang saya percaya."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;atau anda berpikir, "Untung baby sitter di rumah saya nggak seperti itu. Saya percaya kok. "&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau anda bekerja di kantor, anda mungkin tidak punya pilihan lain selain meninggalkan anak dengan baby sitter atau pembantu. Beruntung kalau anda punya keluarga yang dapat anda mintai bantuan untuk dititipi si kecil. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi pernahkah anda berpikir,  bahwa keputusan anda untuk tetap bekerja, mungkin tidak sebanding dengan masa depan si kecil ? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah melahirkan, ketika anda memutuskan untuk terus bekerja, saya yakin anda sudah mempertimbangkan untung ruginya untuk tetap bekerja. Mungkin anda merasa terpaksa bekerja demi kelangsungan ekonomi rumah tangga, mengingat gaji yang diterima oleh pasangan anda dirasa tidak akan dapat memenuhi kebutuhan hidup anda sekeluarga. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Atau mungkin anda merasa sayang dengan karir yang sudah anda bangun bertahun-tahun, sayang dengan hubungan relasi pertemanan dengan rekan kantor yang terasa akrab, atau malah merasa bahwa menjadi ibu rumah tangga bukanlah jalan hidup anda ?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apalagi anda yang hidup di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya. Kalau mengingat bahwa anda harus menabung uang demi menyekolahkan anak di sekolah swasta ternama, saya yakin anda pasti akan bersemangat bekerja. Demi anak. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ya demi anak. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tetapi sebenarnya, apakah anda yakin, keputusan anda untuk terus bekerja itu murni demi kepentingan anak, atau sebenarnya lebih dilandasi karena rasa egois anda ?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Maafkan jika saya terdengar terlalu menusuk hati. Anda boleh saja berpindah ke halaman lain. Tapi saya hanya mau mengajak anda untuk membuka pikiran, berpikir lebih terbuka, demi anak anda, dan yang terutama, demi anda sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan terus bekerja, tentu saja anda akan mendapat penghasilan. Tentu saja tidak hanya itu. Anda punya teman banyak, punya relasi, dan mungkin, punya kebanggaan sebagai seorang wanita karir. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tetapi hakikat anda sebagai seorang ibu, seorang mama, tentu masih melekat pada anda meskipun anda sibuk di depan komputer, persentasi di depan klien, atau diskusi dengan atasan. Saya yakin anda masih ingat anak-anak anda di mana pun, kapan pun. Jangankan ketika anak anda dalam kondisi tidak sehat. Dalam kondisi ceria pun, anda masih terbayang-bayang menggemaskannya anak anda kan ?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lihat meja kerja anda. Ada foto si kecil di sana kan ? Atau di hp ? Atau di kumpulan foto di facebook ? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi ngomong-ngomong, sebenarnya berapa jam sih anda bertemu dengan si kecil tiap harinya ? Kalau si kecil bangun jam 6 pagi dan anda berangkat kerja jam 7 pagi, berarti anda hanya ketemu satu jam saja di pagi hari. Ditambah 2 jam di sore hari, jika anda sampai rumah jam 7 malam dan si kecil tidur jam 9 malam. Jadi kurang lebih 3 jam per hari. Kalau lebih dari itu, bolehlah anda merasa beruntung. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekarang, kita balik pertanyaannya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berapa jam sih anda tidak bertemu si kecil tiap harinya ?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau anda berangkat kerja jam 7 pagi dan pulang jam 7 malam, berarti 12 jam anda tidak ketemu anak anda. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dua belas jam sehari, berarti 60 jam seminggu. Sama dengan 240 jam sebulan, dan 2880 jam setahun. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau anda hanya mengambil cuti melahirkan 3 bulan, maka setelah anak anda 3 tahun lebih 3 bulan, anda sebenarnya sudah tidak bertemu dengan anak anda selama 8640 jam. Wow ! &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sementara 1 hari =24 jam, dan 1 bulan = 720 jam, maka 8640 jam adalah 1 tahun sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi ketika anak anda berumur 3 tahun, sebenarnya anda tidak ada di sampingnya selama kurang lebih 1 tahun !&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pernahkah anda berpikir demikian ?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Padahal seperti yang anda tahu, masa keemasan perkembangan otak anak adalah sampai dia berumur 3 tahun. Pada masa ini, pertumbuhan otak boleh dibilang sangat maksimal, dibandingkan dengan pertumbuhan tahun yang lain. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan jika anda menyediakan baby sitter sebagai pengganti anda selama sepertiga masa emas pertumbuhan otaknya, maka baby sitter anda menyumbang sepertiga dari perkembangan otak anak anda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ngomong-ngomong lagi, anda tahu dong, baby sitter tuh paling pendidikannya apa ? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Syukur-syukur lulus SMA. Banyak loh, yang hanya lulusan SMP. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi, kalau anda menyerahkan perkembangan otak anak anda kepada seorang lulusan SMP, sementara anda sendiri lulusan universitas ternama, apa yang akan anda dapatkan ? Hmmm.... silahkan anda pikirkan...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seperti yang saya tulis di awal tadi, anda boleh merasa beruntung jika anak anda berada dalam tangan yang dapat dipercaya. Dengan kata lain, perkembangan otak anak anda berada dalam lingkungan yang aman, sesuai dengan harapan anda. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tetap saja, sebagai seorang ibu, seorang mama, sebenarnya anda lah yang berkewajiban membina anak anda, menjaga &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;agar otak anak anda berkembang semaksimal mungkin. Caranya tentu saja, adalah dengan mendampingi anak anda, terutama di masa keemasan perkembangan otaknya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Anda mungkin berkata, "Tidak semudah itu meninggalkan pekerjaan dan beralih jadi ibu rumah tangga !" &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ya ya, saya mengerti. Memang tidak mudah. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi kalau anda mau terbuka, mau berusaha keluar dari &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;comfort zone&lt;/span&gt; anda, mari sama-sama kita diskusi lewat blog ini. &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7193007128089339317-8283113647648471907?l=www.mamadisini.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.mamadisini.co.cc/feeds/8283113647648471907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7193007128089339317&amp;postID=8283113647648471907&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7193007128089339317/posts/default/8283113647648471907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7193007128089339317/posts/default/8283113647648471907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.mamadisini.co.cc/2009/05/baby-sitter-oh-baby-sitter.html' title='Baby Sitter, oh baby sitter'/><author><name>Mama Di Sini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10449686734823494827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7193007128089339317.post-1313409521306321882</id><published>2009-05-19T02:09:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T00:00:06.948-07:00</updated><title type='text'>Hai Mama !</title><content type='html'>&lt;p&gt;Tahukah anda, ada banyak cara untuk mendapatkan uang sambil mendampingi anak. Ketika  anak tidur, sambil menunggu anak kursus matematika, atau sambil buka facebook... Sisihkan waktu anda beberapa menit, dan lihat bagaimana rekening di bank  anda bisa bertambah.&lt;/p&gt; Nantikan info selanjutnya di&lt;a href="http://mamadisini.blogspot.com/"&gt; mamadisini.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7193007128089339317-1313409521306321882?l=www.mamadisini.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.mamadisini.co.cc/feeds/1313409521306321882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7193007128089339317&amp;postID=1313409521306321882&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7193007128089339317/posts/default/1313409521306321882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7193007128089339317/posts/default/1313409521306321882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.mamadisini.co.cc/2009/05/hai-mama.html' title='Hai Mama !'/><author><name>Mama Di Sini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10449686734823494827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
